Nusantara88: Roy Suryo dan Mobil Listrik: Dari Kritik Pedas hingga Dukungan Masa Depan

Pernahkah Anda membayangkan sosok yang vokal mengkritik kebijakan, tiba-tiba menjadi salah satu pendukung gagasan yang sama? Inilah yang terjadi pada Roy Suryo, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, yang selama bertahun-tahun memiliki hubungan unik dengan isu mobil listrik di Indonesia. Mulai dari mendukung penuh hingga melontarkan sindiran pedas, perjalanan Roy Suryo dengan mobil listrik adalah cerminan dinamika politik dan industri otomotif Indonesia.

Dari Dukungan Awal untuk Mobil Ramah Lingkungan

Roy Suryo bukanlah orang baru dalam wacana kendaraan ramah lingkungan. Jauh sebelum Perpres tentang kendaraan listrik menjadi perbincangan hangat, pada tahun 2012, Roy Suryo yang saat itu masih menjadi anggota DPR RI dari Komisi I menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintah mempopulerkan mobil hybrid dan listrik. Ia menilai langkah ini penting karena cadangan minyak Indonesia yang semakin menipis .



Yang menarik, Roy tidak hanya mendukung secara lisan. Ia memberikan masukan teknis yang menunjukkan pemahamannya tentang tantangan kendaraan listrik. Menurutnya, pemerintah perlu memperhatikan dua hal utama: **suplai listrik dan infrastruktur pengisian daya**, serta **teknologi baterai**. Roy bahkan mengusulkan pemanfaatan solar panel di atap mobil, mengingat Indonesia memiliki sinar matahari yang melimpah .

Keterlibatan Langsung dalam Mobil Nasional

Tahukah Anda bahwa Roy Suryo memiliki peran dalam pengembangan mobil nasional Esemka? Ia bahkan mengaku sebagai orang yang mengendarai mobil Esemka dari Solo ke Jakarta untuk menjalani uji emisi. Perjalanan ini dilakukan bersama dengan FX Rudy, yang saat itu menjabat sebagai Wakil Wali Kota Solo. **"Saya itu orang yang berada di balik Esemka sebenarnya. Jadi bukan hanya beli,"** ujar Roy dalam sebuah video .

Keterlibatan ini menunjukkan bahwa Roy bukan sekadar komentator, melainkan aktor yang terlibat dalam upaya pengembangan mobil buatan Indonesia.

Roy Suryo dan Wacana Mobil Dinas Listrik

Pada tahun 2019, saat wacana penggantian mobil dinas menteri mengemuka, Roy Suryo justru menjadi salah satu pendukung paling vokal. Ia mengusulkan agar seluruh kendaraan dinas menteri diganti dengan mobil listrik. **"Menteri-menteri harusnya mempelopori mobil listrik,"** tegasnya.

Link Nusantara88

Roy bahkan mendukung Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik yang diterbitkan oleh Presiden Jokowi. Namun, ia juga mengingatkan bahwa pemerintah harus memikirkan solusi kemacetan jika kapasitas mobil listrik tidak diatur dengan baik .

Ketika Dukungan Berubah Menjadi Kritik

Lalu mengapa sikap Roy Suryo berubah? **Perseteruan dengan Jokowi terkait isu ijazah tampaknya menjadi titik balik.** Meskipun sebelumnya ia mendukung kebijakan mobil listrik Jokowi, Roy mulai melontarkan kritik pedas, terutama ketika Jokowi memamerkan mobil listrik Hyundai Genesis G80 yang akan digunakan dalam KTT G20 di Bali.

Dalam cuitannya, Roy menyindir: **"Sekarang jadi SALES, Pak...? Kok sampai 'segitu'-nya, sih?"** . Sindiran ini menunjukkan bahwa dukungannya terhadap mobil listrik tidak serta-merta membuatnya mendukung semua kebijakan yang berkaitan dengan Jokowi.

Mobil Listrik: Tren yang Tak Terbendung

Meskipun terjadi perbedaan pandangan politik, fakta menunjukkan bahwa minat masyarakat Indonesia terhadap mobil listrik terus meningkat pesat. Data Google Trends menunjukkan bahwa penelusuran terkait merek mobil listrik (EV) naik hingga **300 persen** selama periode 2020-2021 .


Wilayah dengan minat tertinggi terhadap mobil listrik sepanjang 2025 adalah:

1. **DKI Jakarta** (skor 100)

2. **Banten** (skor 73)

3. **Jawa Barat** (skor 46)

4. **DI Yogyakarta** (skor 37)

5. **Jawa Timur** (skor 37) 

Pelajaran dari Perjalanan Roy Suryo

Kisah Roy Suryo mengajarkan kita bahwa isu mobil listrik di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik dan kepentingan nasional. Dari dukungan awal di tahun 2012, keterlibatan dalam proyek Esemka, hingga kritik terhadap kebijakan Jokowi—semua menunjukkan bahwa perdebatan tentang mobil listrik adalah cerminan dari pertarungan ide dan kepentingan yang lebih besar.

Yang jelas, **mobil listrik adalah masa depan transportasi Indonesia.** Terlepas dari perbedaan pandangan politik, transisi ke energi bersih adalah keniscayaan yang harus didukung oleh semua pihak. Seperti yang pernah dikatakan Roy Suryo tentang potensi Indonesia: **"Matahari bersinar terus menerus dan itu bisa jadi kelebihan kita untuk mengembangkan solar panel"** .

Comments

Popular posts from this blog

Langkah‑Langkah Mendaftar dan Login di Sinar88 dengan Aman dan Mudah

10 Tips Aman Membeli Produk Online Melalui Platform Jaya88

Fitur Terbaru Sinar88 Balikpapan Cabang Maxwin